Salah satu kesenian tradisional di Kabupaten Bantul yang berkembang dalam nuansa
masa panen padi, adalah Gejog Lesung. Kesenian rakyat ini berasal dari suara alu
atau alat dari kayu yang dipukul-pukulkan secara teratur pada kayu besar yang
dibuat seperti perahu yang disebut lesung. Pada umumnya, lesung dibuat dari kayu
nangka atau munggur.
Pada jaman dahulu, lesung digunakan oleh masyarakat pedesaan untuk memisahkan
padi dari tangkai-tangkainya. Padi kering dimasukkan ke dalam lesung, kemudian
ditumbuk dengan alu secara berirama. Setelah jaman kian maju, membersihkan padi
dengan lesung ditinggalkan, karena dinilai kurang dapat memperoleh hasil yang
banyak.
Kini, lesung tetap dilestarikan sebagai kesenian tradisional. Suara alu yang
dipukul-pukulkan pada lesung secara berirama itulah letak seninya. Penabuhnya
sekitar lima sampai enam orang. Untuk memunculkan variasi suasana, kini suara
lesung dipadukan dengan nyanyian tradisonal, yang dibawakan secara berkelompok.
Ada sekelompok orang yang nembang atau menyanyi sambil lenggak-lenggok menari.
Ada pula kelompok yang lain menari, meliak-liukkan tubuhnya sambil sekali-kali
berputar-putar sebagaimana layaknya menari dengan iringan gamelan lengkap.